Dalam video yang sudah dibagikan lebih dari 2000 kali saat tangkapan layar diambil itu, juga terdapat narasi sebagai berikut: "Ruangan kantor Komisaris Utama Pertamina, Disegel Serikat Pekerja Pertamina yg menolak AHOK"
Noble QQ - Ruangan Komisaris Utama Pertamina Disegel karena Serikat Pekerja Tolak Ahok, Ini Faktanya
Setelah dilakukan penelusuran oleh Adi Syafitrah, salah satu Relawan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), ditemukan fakta bahwa penyegelan ruangan Komisaris Utama Pertamina dalam video yang diunggah pada 21 November 2019 tersebut terjadi pada 1 Maret 2017.
"Dari hasil penelusuran ini, dipastikan peristiwa di dalam video tersebut tidak ada hubungannya dengan pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama atau karib disapa Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina," ujar Adi dalam ulasan cek faktanya, kemarin.
BACA JUGA : Situs Poker Online - Ratusan Orang Bersenjata Tajam Rusak Kampus UMI, Sekretariat UKM Dibakar
Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) memang menyegel tiga ruang kerja Komisaris PT Pertamina (Persero). Tapi, peristiwa itu terjadi pada Rabu, 1 Maret 2017. Kala itu, kata Adi, Presiden FSPPB Novriandi mengatakan terdapat tiga ruangan yang disegel, yaitu ruang milik Komisaris Utama.
Tanri Abeng serta Komisaris Archandra Tahar dan Edwin Hidayat Abdullah.
Penyegelan kala itu dilakukan karena dewan komisaris tak kunjung memberikan penjelasan rinci mengenai pemberhentian Direktur Utama dan Wakil Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto dan Ahmad Bambang.
Erick menuturkan Ahok bakal didampingi oleh Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin yang juga akan menjabat Wakil Komisaris Utama. Lantaran bakal menjabat sebagai komisaris di perseroan, pelantikan Ahok bisa segera dilakukan. Pernyataan ini disampaikan Erick Thohir saat diwawancarai di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 22 November 2019.
"Dengan demikian, posting-an akun tersebut adalah konten yang salah. Di mana ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah," tutur Adi.

0 Comments